Daftar Blog Saya

Selasa, 29 Juni 2010

Penghitungan ketenagaan Keperawatan

PEDOMAN PERHITUNGAN KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN
DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR


A. Pengelompokkan unit kerja di Rumah Sakit
Kebutuhan tenaga keperawatan (perawat dan Bidan) harus memperhatikan unit kerja yang ada di rumah sakit. Secara umum pengelompokkan unit kerja sebagai berikut:
1. Rawat Inap Dewasa
2. Rawat Inap intensif
3. Gawat Darurat
4. Kamar bersalin
5. Kamar Operaasi
6. Rawat Jalan


B. Model pendekatan dalam penghitungan kebutuhan tenaga keperawatan.
Model pendekatan yang dipergunakan dalam penghitungan kebutuhan tenaga keperawatan (perawat dan Bidan) berdasarkan Dirjen Yanmed DEPKES RI (2001).

1. Rawat Inap
1.1. Berdasarkan Klasifikasi pasien.
Cara perhitungan berdasarkan:
a. Tingkat ketergantungan pasien berdasarkan kasus
b. Rata-rata Klien perhari
c. Jam perawatan yang diperlukan/hari/pasien
d. Jam kerja efektif setiap perawat/bidan 7 jam perhari

Tabel 1: Kerangka acuan penghitungan kebutuhan tenaga
NO JENIS KATEGORI PASIEN RATA2 PASIEN/HARI RATA2 JAM PERAWATAN/PASIEN/HARI JUMLAH JAM PERAWATAN /HARI
1 Penyakit Dalam 3,5
2 Pasien Bedah 4
3 Pasien Gawat 10
4 Pasien Anak 4,5
5 Pasien Kebidanan 2,5
JUMLAH
Keterangan :
Jumlah jam Perawatan di bagi jam kerja efektif pershift

Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah (faktor koreksi) dengan:
a. Hari libur/cuti/hari besar (loss day)

Jumlah hari minggu dalam 1 tahun + Cuti + hari Besar x Jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

2). Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan
Jumlah tenaga keperawatan + Loss day x 25
100

Jadi kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah:
Tenaga yang tersedia + Faktor Koreksi

1.2. Tingkat Ketergantungan Pasien:
Pasien diklasifikasi dalam beberapa kategori yang didasarkan pada kebutuhan terhadap Asuhan Keperawatan meliputi:
a. Asuhan Keperawatan Minimal
b. Asuhan Keperawatan Sedang
c. Asuhan Keperawatan agak Berat
d. Asuhan Keperawatan Maksimal
Tabel 2: Kebutuhan tenaga berdasarkan Tingkat ketergantungan
NO Kategori ketergantungan Rata2 Jumlah pasien/hari Kebutuhan jam perawatan/hari Jumlah jam perawatan/hari
1 Minimal 2
2 Sedang 3,8
3 Agak Berat 4,15
4 Maksimal 6,16
Jumlah

Jumlah Perawat yang dibutuhkan adalah:
Jumlah jam Perawatan diruangan/hari
Jam Efektif perawat

Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah faktor koreksi dengan
a. Hari libur/cuti/hari besar (loss day)

Jumlah hari minggu dalam 1 tahun + Cuti + hari Besar x Jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

b. Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan
Jumlah tenaga keperawatan + Loss day x 25
100

Jadi kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah:
Tenaga yang tersedia + Faktor Koreksi








2. Rawat Inap intensif/Critikal Care Unit/NICU
Berdasar kepada
a. Rata-rata jumlah pasien perhari
b. Jumlah jam perawatan perhari = 12 jam
c. Jam efektif perawat perhari

Rata-rata jumlah pasien x jumlah jam perawatan/hari
Jam efektif/hari

Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah faktor koreksi dengan
a. Hari libur/cuti/hari besar (loss day)

Jumlah hari minggu dalam 1 tahun + Cuti + hari Besar x Jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

b. Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan
Jumlah tenaga keperawatan + Loss day x 25
100

Jadi kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah:
Tenaga yang tersedia + Faktor Koreksi

3. Gawat Darurat
Dasar Perhitungan di gawat darurat adalah:
a. Rata-rata jumlah pasien perhari
b. Jumlah jam perawatan perhari = 2 jam
c. Jam efektif perawat perhari

Rata-rata jumlah pasien x Jumlah jam perawatan/hari
Jam efektif /hari




Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah faktor koreksi dengan
a. Hari libur/cuti/hari besar (loss day)

Jumlah hari minggu dalam 1 tahun + Cuti + hari Besar x Jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

b. Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan
Jumlah tenaga keperawatan + Loss day x 25
100

Jadi kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah:
Tenaga yang tersedia + Faktor Koreksi


4. Kamar bersalin
Berdasarkan kepada
a. Waktu yang diperlukan untuk persalinan mencakup kala I s/d kala IV = 6 jam/pasien
b. Jam efektif kerja bidan
c. Rata-rata jumlah pasien setiap hari

Jumlah Pasien/hari x Waktu persalinan kala I s/d kala IV = 4 jam/pasien
Jam efektif kerja bidan

Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah faktor koreksi dengan
a. Hari libur/cuti/hari besar (loss day)

Jumlah hari minggu dalam 1 tahun + Cuti + hari Besar x Jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

b. Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan
Jumlah tenaga keperawatan + Loss day x 25
100
Jadi kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah:
Tenaga yang tersedia + Faktor Koreksi
5. Kamar Operasi
a. Kamar Operasi
Dasar perhitungan tenaga di kamar operasi:
1. Jumlah dan Jenis Operasi
2. Jumlah kamar operasi
3. Pemakaian kamar operasi pada hari kerja
4. tugas perawat dikamar operasi: Instrumentator, dan sirkulasi (2 orang/tim)
5. Ketergantungan pasien:
a). Operasi besar : 5 jam/1 operasi
b). Operasi Sedang : 2 jam/1 operasi
c). Operasi kecil : 1 jam/1 operasi

(Jumlah Jam perawatan/hari x jumlah operasi ) x Jumlah dalam tim
Jam Kerja Efektif / hari

Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah faktor koreksi dengan
a. Hari libur/cuti/hari besar (loss day)

Jumlah hari minggu dalam 1 tahun + Cuti + hari Besar x Jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

b. Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan
Jumlah tenaga keperawatan + Loss day x 25
100

Jadi kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah:
Tenaga yang tersedia + Faktor Koreksi





b. Ruangan RR
Ketergantungan pasien di ruang penerimaan : 15 Menit
Ketergantungan pasien di RR : 1 jam

Jml ketergantungan pasien di RR da Ruang Penerimaan x Jml Operasi
Jam Kerja Efektif / hari

Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah faktor koreksi dengan
a. Hari libur/cuti/hari besar (loss day)

Jumlah hari minggu dalam 1 tahun + Cuti + hari Besar x Jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

b. Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan
Jumlah tenaga keperawatan + Loss day x 25
100

Jadi kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah:
Tenaga yang tersedia + Faktor Koreksi

6. Rawat Jalan
Dasar Perhitungan di gawat darurat adalah:
a. Rata-rata jumlah pasien perhari
b. Jumlah jam perawatan perhari = 15 menit
c. Jam efektif perawat perhari

Rata-rata jumlah pasien x Jumlah jam perawatan/hari
Jam efektif /hari




Untuk penghitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah faktor koreksi dengan
a. Hari libur/cuti/hari besar (loss day)

Jumlah hari minggu dalam 1 tahun + Cuti + hari Besar x Jumlah perawat tersedia
Jumlah hari kerja efektif

b. Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non keperawatan
Jumlah tenaga keperawatan + Loss day x 25
100

Jadi kebutuhan tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah:
Tenaga yang tersedia + Faktor Koreksi

Senin, 14 Juni 2010

कुअलिफिकासी दान उरियन तुगास

KUALIFIKASI DAN URAIAN TUGAS
PENGELOLA PELAYANAN KEPERAWATAN

A. Kepala Bidang Perawatan
1. Nama Jabatan : Kepala Bidang Perawatan
2. Pengertian : Seorang tenaga keperawatan yang diberi tanggung jawab dan kewenangan dalam mengatur serta mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan dirumah sakit.
3. Persyaratan :
a. Pendidikan : Sarjana Keperawatan dengan kualifikasi Ners.
b. Pelatihan : 1. Manajemen Bidang Keperawatan
2. Manajemen Praktik Keperawatan Profesional
c. Pengalaman Kerja : 10 Tahun masa kerja dengan 3 tahun pengalaman memimpin pelayanan keperawatan.
d. Kondisi Fisik : Sehat Jasmani dan Rohani
e. Memiliki : 1. Jiwa Kepemimpinan
2. Berwibawa
4. Tanggung Jawab
Secara struktural Kepala Bidang Perawatan bertanggung jawab kepada Wakil Direktur Pelayanan Medik dalam:
a. Pelaksanaan Asuhan keperawatan
b. Kualitas Asuhan Keperawatan
c. Ketersediaan standar asuhan keperawatan
d. Pengembangan SDM Keperawatan
e. Usulan dan rekomendasi penempatan SDM Keperawatan
5. Wewenang
Kepala Bidang Perawatan dalam melaksanakan tugasnya mempunyai wewenang:
a. Memberikan pengarahan dan bimbingan pelaksanaan Asuhan Keperawatan
b. Melakukan supervisi dalam rangka menjaga mutu Asuhan Keperawatan
c. Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan
d. Mengawasi, mengendalikan dan mengkoordinasikan Pelaksanaan Asuhan Keperawatan.
e. Memberikan usulan dan pertimbangan kepada atasan khususnya yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan.
6. Uraian Tugas
a. Melaksanakan Fungsi Perencanaan, meliputi:
1). Menyusun Visi dan Misi keperawatan yang menunjang Visi dan misi rumah sakit.
2). Menyusun rencana kebutuhan tenaga perawat secara keseluruhan baik secara kuantitas/jumlah dan kualitas/kualifikasi
3). Menyusun rencana penempatan tenaga keperawatan sesuai dengan kualifikasi, minat dan jumlah.
4). Menyusun program pengembangan Staf keperawatan sesuai dengan kebutuhan pelayanan dirumah sakit.
5). Menyusun rencana program pengendalian mutu asuhan keperawatan dan berperan serta dalam perencanaan pelayanan rumah sakit.
6). Menyusun rencana anggaran biaya untuk kebutuhan pengembangan staf perawatan
7). Menyusun rencana pengembangan sistem informasi Asuhan Keperawatan.
8). Berperan serta dalam pengembangan pelayanan rumah sakit.
9). Merencanakan rapat koordinasi dengan instalasi terkait.

b. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, meliputi:
1). Mensosialisasikan dan menjabarkan visi misi keperawatan kepada seluruh lapisan perawat.
2). Membuat indikator-indikator dan Standar Operasional Prosedur yang menunjang pengendalian mutu pelayanan asuhan keperawatan dirumah sakit.
3). Membimbing dan mengarahkan kepala seksi, kepala ruangan dan ketua tim serta perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan yang sesuai dengan visi misi keperawatan.
4). Membimbing dan mengarahkan kepala ruangan dan ketua tim serta perawat pelaksana dalam penerapan standar operasional prosedur pelaksanaan asuhan keperawatan.
4). Melakukan supervisi secara berkala untuk menjaga mutu asuhan keperawatan dan menindaklanjuti hasil dari supervisi tersebut.
5). Berkoordinasi dengan instalasi/bidang terkait demi lancarnya pelaksanaan asuhan keperawatan
6). Menghitung kebutuhan tenaga perawat dan mengajukan usulan rekrutmen tenaga perawat sesuai kebutuhan.
7). Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait dalam penempatan tenaga keperawatan sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi.
8). Mengatur proses orientasi perawat baru.
9). Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait untuk pengembangan kemampuan perawat.
10). Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait serta institusi pendidikan keperawatan untuk kelancaran proses bimbingan mahasiswa, khususnya yang menggunakan rumah sakit sebagai lahan praktek
11). Membimbing tenaga keperawatan dalam hal pendayagunaan dan pemeliharaan alat.
12). Memberikan usulan kebutuhan fasilitas penunjang pelayanan asuhan keperawatan dirumah sakit.
13). Memberikan usulan dan pertimbangan kepada direksi untuk pemberian reward dan punishmant terhadap perawat.
14). Membuat laporan berkala dan laporan khusus bidang keperawatan dengan menganalisa data pelaksanaan informasi, dokumen/laporan yang dibuat oleh kasie/kepala ruangan untuk disampaikan kepada Wakil Direktur Pelayanan Medik atau kepada Direktur.
c. Melaksanakan fungsi Pengawasan, pengendalian dan penilaian, meliputi
1). Mengawasi, mengendalikan dan menilai penerapan kebijakan pelayanan asuhan keperawatan.
2). Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga keperawatan secara efektif dan efisien
3). Melaksanakan penilaian kinerja staf tenaga keperawatan, berkoordinasi dengan instalasi terkait dan bidang SDM.
4). Mengawasi, mengendalikan dan menilai mutu pelayanan asuhan keperawatan.
5). Berperan serta dalam penilaian pelaksanaan program bimbingan pendidikan keperawatan.
6). Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan peralatan secara efektif dan efisien

6. Nama Jabatan Bawahan Langsung:
Dalam melaksanakan tugasnya kepala bidang perawatan dibantu oleh dua orang kepala seksi, yaitu:
d. Kepala Seksi Asuhan Keperawatan
e. Kepala Seksi Etika dan mutu Keperawatan

B. Kepala Seksi Keperawatan
1. Nama jabatan : Kepala Seksi Keperawatan
2. Pengertian : Seorang tenaga keperawatan yang diberikan wewenang dan tanggung jawab dalam mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan pelayanan keperawatan pada beberapa unit pelaksana fungsional (UPF yang berada diwilayah tanggung jawabnya
3. Persyaratan :
a. Pendidikan dan pengalaman
1). D 3 Keperawatan dengan pengalaman kerja 10 tahun dan memimpin pelayanan keperawatan 3 tahun.
2). Sarjana keperawatan dengan pengalaman kerja 5 tahun dan memimpin pelayanan keperawatan selama 1 tahun.
b. Pelatihan : 1. Manajemen Praktik Keperawatan Profesional
2. Manajemen pengendalian mutu keperawatan
c. Kondisi fisik : Sehat Jasmani dan rohani
d. Memiliki : 1. Jiwa kepemimpinan
2. Berwibawa
4. Kepala Seksi Asuhan Keperawatan
Pelatihan : Manajemen Praktik Keperawatan Profesional
a. Tanggung Jawab
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Seksi Asuhan Keperawatan, bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Keperawatan terhadap hal-hal sebesar berikut:
1. Kebenaran dan ketepatann rencana kerja seksi keperawatan Asuhan Keperawatan
2. Kebenaran dan ketepatan kebutuhan anggaran pelaksanaan tugas sataf keperawatan
3. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala dan laporan khusus dalam pelaksanaan asuhan keperawatan
4. Kebenaran dan ketepatan kebutuhan anggaran pengembangan SDM keperawatan
5. Keobyektifan dan kebenaran pelaksanaan Standar Asuhan Keperawatan
6. Kebenaran dan ketepatan Saran dan Bahan pertimbangan kepada kepala Bidang Keperawatan.
b. Wewenang
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Seksi Asuhan Keperawatan mempunyai wewenang sebagai berikut:
1. Meminta informasi dan pengarahan dari kepala Bidang keperawatan
2. Memberi pengarahan dan bimbingan dalam pemberian asuhan keperawatan sesuai standar
3. Mengkoordinasikan, mengawasi, mengendalikan dan menilai mutu asuhan keperawatan, sesuai kebijakan rumah Sakit.
4. Memberi petunjuk dan bimbingan penerapan Asuhan Keperawatan sesuai standar Asuhan Keperawatan.


c. Uraian Tugas
1. Melaksanakan fungsi perencanaan meliputi:
a). Menyusun rencana kerja Kasi Asuhan Keperawatan
b). Menyiapkan rencana pemberian asuhan keperawatan sesuai dengan pola dan jenis pelayanan
c). Menyiapkan usulan pengembangan/pembinaan sesuai dengan kebutuhan pelayanan berdasarkan usulan kepala ruangan/kepala Instalasi
d). Menyiapkan program upaya peningkatan mutu asuhan keperawatan dengan berkoordinasi dengan tim keperawatan/komite medis
e) Berperan serta menyusun SOP pelayanan keperawatan sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

2. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, melalui:
a). Memberikan bimbingan dalam pembinaan asuhan keperawatan sesuai standar
b). Memberikan bimbingan terhadap penerapan SOP pelayanan Keperawatan
c). Memberikan bimbingan pendokumentasian Asuhan keperawatan
d). Melaksanakan sebagian tugas dari Kepala Bidang keperawatan.
e). Mewakili tugas dan wewenang kepala keperawatan atas persetujuan Direktur Rumah Sakit.

3. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian, meliputi:
a). Melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pemberian Asuhan Keperawatan koordinasi dengan Kepala Ruangan/Kepala Instalasi sesuai standar Asuhan keperawatan
b). Melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap penerapan protap/SOP Pelayanan Keperawatan
c). Melakukan pengawasan, pengendalian dan penilaian terhadap Pengendalian Asuhan Keperawatan
d). Melakukan penilaian pelaksanaan asuhan keperawatan

5. Kepala Seksi Etika dan Mutu Keperawatan
Pelatihan : Manajemen Pengendalian Mutu Keperawatan Profesional
a. Tanggung Jawab
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Seksi Asuhan Keperawatan, bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Keperawatan terhadap hal-hal sebesar berikut:
1. Kebenaran dan ketepan rencana kerja seksi Etika dan Mutu Keperawatan
2. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala dan laporan khusus dalam pelaksanaan asuhan keperawatan
3. Keobyektifan dan kebenaran pelaksanaan Standar Asuhan Keperawatan
4. Kebenaran dan ketepatan Saran dan Bahan pertimbangan kepada Kepala Bidang Keperawatan.
b. Wewenang
Dalam menjalankan tugasnya Kepala Seksi Asuhan Keperawatan mempunyai wewenang sebagai berikut:
1. Meminta informasi dan pengarahan dari kepala Bidang Keperawatan
2. Memberi pengarahan dan bimbingan dalam Etika dan peningkatan Mutu keperawatan
3. Mengkoordinasikan, mengawasi, mengendalikan dan menilai mutu asuhan keperawatan, sesuai kebijakan rumah Sakit.
4. Memberi petunjuk dan bimbingan penerapan Etika dan peningkatan Mutu keperawatan.
c. Uraian Tugas
1. Melaksanakan fungsi perencanaan meliputi:
a). Menyusun rencana kerja Kasi Etika dan Mutu Keperawatan
b). Menyiapkan rencana pembinaan Etika dan Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan sesuai dengan pola dan jenis pelayanan
c). Menyiapkan usulan pengembangan/pembinaan sesuai dengan kebutuhan pelayanan berdasarkan usulan kepala ruangan/kepala Instalasi
4). Menyiapkan program upaya peningkatan mutu asuhan keperawatan dengan berkoordinasi dengan tim keperawatan/komite medis
5) Berperan serta menyusun SOP pelayanan keperawatan sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
d. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, melalui:
1). Memberikan bimbingan dalam pembinaan Etika dan Mutu asuhan keperawatan sesuai standar
2). Memberikan bimbingan terhadap penerapan SOP pelayanan Keperawatan
3). Melaksanakan laporan, analisa dan penyelesaian kasus keperawatan.
4). Melaksanakan sebagian tugas dari Kepala Bidang keperawatan.
5). Mewakili tugas dan wewenang kepala keperawatan atas persetujuan Direktur Rumah Sakit.
e. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian, meliputi:
1). Melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pemberian Asuhan Keperawatan koordinasi dengan Kepala Ruangan/Kepala Instalasi sesuai standar Asuhan keperawatan
2). Melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap penerapan protap/SOP Pelayanan Keperawatan
3). Melakukan pengawasan, pengendalian dan penilaian terhadap Pengendalian Asuhan Keperawatan
4. Melakukan penilaian mutu asuhan keperawatan

Senin, 16 November 2009

अब्स्त्रक्सी असुहन केबिदानन देंगन tuberkulosa

Proses kehamilan dimulai dari proses konsepsi yang ditandai dengan masuknya sel sperma kedalam sel telur. Kehamilan akan menimbulkan perubahan yang luas terhadap fisiologi pernafasan, sehingga dibutuhkan optimalisasi dari fungsi paru-paru. Tuberkulosa Paru adalah penyakit infeksius yang kronis dan terutama menyerang parenkim paru. 8,9 juta penderita TBC dengan proporsi 80% pada 22 negara berkembang dengan kematian 3 juta orang per tahun. 1 orang dapat terinfeksi TBC setiap detik dan penyakit TBC membunuh 1 juta perempuan per tahun pada saat kehamilan dan persalinan. ( Hatziahaan, 2003). penulis tertarik untuk mempelajari lebih mendalam tentang penanganan Tuberkulosa Paru pada saat kehamilan melalui penyusunan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Kebidanan pada Ny. R dengan Tuberkulosa Paru Keluarga Tn. Y. di Kelurahan Tanah Sareal Bogor Utara.
Tujuan Penulisan ini mendapatkan pengetahuan dan keterampilan lebih luas tentang Asuhan Kebidanan pada Ny. R dengan Tuberkulosa Paru Keluarga Tn. Y. di Kelurahan Tanah Sareal Bogor Utara, dengan pendokumentasian SOAP.
Ny. R. mengatakan hamil anak kedua, usia kehamilan 8 bulan, sedang mendapat pengobatan TBC bulan ke enam, mengeluh kadang-kadang masih batuk bila udara dingin. Keadaan umum: Baik, Kesadaran: Compos mentis, Tanda-tanda Vital: Tekanan Darah: 120/ 80 mmHg, Nadi: 80 x/menit, Suhu: 36, 3 °C, Pernafasan: 22 x/menit, Berat Badan: 51 kg, Sebelum hamil: 36 kg, Tinggi Badan: 150 cm, LILA: 25 cm, IMT: 36: 2,25=16 (kategori rendah), Bentuk Burrel Chest, Bunyi jantung normal, ronchi tidak terdengar, payudara simetris, putting susu menonjol, tidak teraba massa, kolostrum sudah keluar, TFU setengah pusat- prosesus xypoideus, TFU 25 cm, teraba agak bulat, lunak, tidak Melenting, Leopold II :Teraba tahanan sebelah kanan, bagian kecil sebelah kiri, Leopold III : Teraba bulat, keras, melenting, TBJ: 25 cm - 12 x 155 = 2015 gram, Auskultasi: DJJ positif 132 x/menit, kuat, teratur, punctum maximum 2 jari bawah pusat sebelah kanan. Assesment: Ny. R, 28 tahun, G2P1A0 hamil 35 minggu dengan Tuberkulosa Paru, Janin tunggal hidup intra uterine, presentasi kepala. Keadaan ibu dan janin baik. Planning: Menjelaskan hasil pemeriksaan, menganjurkan ibu memperbanyak makanan yang mengandung TKTP, banyak istirahat, rajin minum obat sesuai therapy, menganjurkan pada keluarga agar mengingatkan klien untuk rajin minum obat, menganjurkan pada ibu dan keluarga untuk menjaga penyebaran kuman TBC pada orang lain, untuk selalu menjaga kebersihan rumah, serta mengatur ventilasi yaitu dengan membuka jendela rumah dan kamar setiap hari, menjemur kasur setiap satu minggu sekali, Menganjurkan pada keluarga, apabila ada yang memperlihatkan tanda-tanda TBC atau bila menderita batuk-batuk selama lebih dari 2 minggu untuk segera memeriksakan sputum di puskesmas, menganjurkan pada ibu untuk kontrol kehamilan rutin dan cek laboratorium darah dan sputum.
Deteksi dini kasus Tuberkulosa Paru pada ibu hamil, dan kemampuan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menghindarkan ibu hamil dari bahaya tuberkulosa yang lebih kompleks. Dan akan berdampak kepada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Minggu, 01 November 2009

Pemimpin Perawat

Seringkali muncul pertanyaan, bagaimana cara menjadi kepala Bidang Keperawatan yang baik, pada saat pembekalan belum optimal diberikan oleh oleh pimpinan, sehingga seringkali pembuatan program lebih kearah kira-kira. apakah jawaban ini bisa dipergunakan?

Jawaban
Persaingan dunia usaha saat ini sudah semakin pesat dan memerlukan suatu keberanian didalam melaksanakan usaha tersebut. bila kita menjadi seorang pemimpin maka kita dituntut untuk terus mengembangkan usaha kita bukan hanya sekadar menjalankan apa yang sudah ada, maka dari itu di perlukan terobosan-terobosan dari seorang pemimpin. Beberapa tugas dari seorang pemimpin dalam mengembangkan dunia keperawatan yang adalah sebagaiberikut:
A. Tugas Awal
Melaksanakan Assesment
Seseorang pemimpin perlu mengetahui tentang dunia yang akan diagelutinya, baik kondisi internal maupun eksternal , untuk kondisi internal pemimpin harus mulai dari:
1. Visi-misi dari lingkungan yang dipimpinnya
2. Budaya organisasi yang ada
3. Tujuan Organisasi
4. Sumber daya yang dimiliki baik dari infrastruktur yang ada ataupun Sumber daya manusianya.
Setelah mengetahui kondisi diatas, maka seorang pemimpin harus melakukan assessment Ekternal yang meliputi, antara lain:
1. Kebutuhan Pasar pada saat ini
2. Kebijakan yang berhubungan dengan dunia usaha
3. Kemampuan dari pesaing-pesaing yang ada di sekitar perusahaan atau dengan yang berhubungan dengan perusahaan yang kita pimpin.

Setelah melaksanakan Assesment tersebut maka Kita diharuskan untuk :menentukan kemana keperawaatan ini akan dibawa


B. Tugas kedua
Melaksanakan Perencanaan
Perencanaan disusun berdasarkan hasil pengumpulan dan analisa data, hasil kegiatan dan sumber daya ( manusia, fasilitas, peralatan dan dana yang tepat dan memadai untuk mencapai tujuan Perusahaan).Sehingga Dalam hal ini hasil Assesment menjadi dasar dalam menentukan Kriteria hasil yang diinginkan, Secara Rasional Perencanaan kegiatan merupakan fungsi utama pengelolaan dan landasan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan Perusahaan.
1. Kriteria Struktur yang harus disusun adalah
a. Adanya kebijakkan Perusahaan sebagai pendukung penyusunan perencanaan.
b. Adanya Visi dan misi Perusahaan yang relevan dengan kondisi saat ini
c. Adanya falsafah dan tujuan Perusahaan yang mengacu kepada visi dan misi Perusahaan
d. Tersedianya data dan informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan secara tepat dan memadai.
e. Adanya stándar antara lain stándar Kegiatan, standar ketenagaan, stándar fasilitas.
f. Tersedianya sumber daya yang dibutuhkan untuk kegiatan organisasi
g. Adanya mekanisme perencanaan Kegiatan
2. Dalam prosesnya pemimpin ada baiknya:
a. Melaksanakan koordinasi dengan Setiap bagian yang ada
b. Melibatkan unsur pengelola dan staf sesuai tingkat manajerial
c. Melaksanakan perencanaan secara ”Bottom up”

adapun langkah yang harus diambil, antara lain adalah:
1. Menentukan tujuan jangka panjang yang berorientasi kepada hasil atau harapan yang ingin dicapai.
2. Menentukan tujuan jangka pendek yang berorientasi kepada bagaimana mencapai tujuan jangka panjang secara bertahap.
3. Menentukan batasan indikator keberhasilan yang dicapai dengan prinsip:
a. Harus spesifik sehingga jelas tidak meragukan
b. Harus dapat diukur
c. Harus dapat actual
d. Harus realistis atau sangat mungkin dicapai
e. Harus memiliki batasan waktu yang jelas

C. Tugas Ketiga
Pengorganisasian
Pengaturan sumber daya (manusia, fasilitas, peralatan dan dana) melalui integrasi dan koordinasi untuk mencapai tujuan Kegiatan perusahaan. Secara Rasional Pengaturan sumber daya menjamin kesinambungan kegiatan secara efektif dan efisien.

Dalam pengorganisasian ini pemimpin harus menetapkan Kriteria struktur antara lain:
1. Adanya kebijakkan tentang manajemen Kegiatan sebagai pendukung pengorganisasian.
2. Adanya Struktur organiasasi dan tata hubungan kerja struktural dan fungsional kegiatan diPerusahaan
3. Adanya uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang yang jelas dan tertulis bagi tiap Sumber Daya Manusia yang ada di Perusahaan tersebut.
4. Adanya Sumber Daya Manusia yang ditunjuk untuk menduduki jabatan tertentu
5. Adanya dokumen kualifikasi/persyaratan jabatan bagi setiap posisi yang ada.

D. Tugas Ke Empat
Melaksanakan Pemberdayaan dan Pengendalian
1. Pendayagunaan Sumber daya Manusia sesuai kompetensi dan potensi pengembangan untuk terlaksananya Kegiatan perusahaaan yang bermutu secara Rasional Pengelolaan manajemen Perusahaan dapat terlaksana secara efektif dan efisien apabila didukung dengan pengaturan sumber daya Manusia yang memadai dan berkualitas.
2. Pengarahan yang terstruktur untuk mencapai kegiatan bermutu sesuai tujuan organisasi atau Perusahaan yang secara Rasional akan memunculkan Iklim kerja yang kondusif diciptakan melalui kemampuan interpersonal manajer perusahaan dalam memotivasi dan membimbing staf sehingga meningkatkan kinerja staf meningkat.
Kriteria struktur yang harus diperhatikan oleh Pemimpin adalah
1. Adanya kebijakkan tentang manajemen kegiatan yang mendukung fungsi pemberdayaan dan pengarahan.
2. Adanya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, dan keterampilan manajerial
3. Adanya mekanisme pemberdayaan dan pembinaan Sumber daya Manusia
4. Adanya fasilitas yang mendukung lingkungan kerja yang kondusif untuk pembinaan.

Dalam prosesnya Kriteria Proses
Melaksanaan pemberdayaan dan pembinaan tenaga keperawatan berdasarkan hasil evaluasi kinerja
Memberikan umpan balik.
Melaksanakan umpan balik.
Melaksanakan tindak lanjut hasil program pembinaan antara lain pemberian penghargaan dan sanksi.